Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus - Kekalahan 2-3 dari Manchester United menjadi pukulan telak bagi Arsenal dalam perburuan gelar Juara Liga Inggris. The Gunners mulai gemetar dalam upaya mereka menuju gelar juara. Mereka juga kehilangan rekor 83 laga beruntun tanpa kebobolan lebih dari dua gol di semua ajang.

Arsenal menjamu MU di Stadion Emirates, Senin (26/1/2026) dengan misi memperlebar jarak menjadi tujuh poin dari Manchester City. Namun rencana tersebut buyar, saat tim asuhan Mikel Arteta tampil di bawah performa terbaik dan harus mengakui keunggulan Setan Merah dalam laga dramatis tersebut.

Untuk pertama kalinya dalam 782 hari, gawang Arsenal yang dikawal David Raya kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan Liga Inggris. Terakhir kali hal itu terjadi adalah pada Desember 2023 saat Arsenal menang atas Luton Town.

Sejak saat itu, duet bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhaes bersama Raya dikenal sebagai fondasi “tembok baja” pertahanan Arsenal. Mereka tak pernah kebobolan lebih dari dua gol di banyak pertandingan mereka.

Sayangnya, rekor impresif itu runtuh di tangan Manchester United. Sistem pertahanan Arteta terlihat rapuh ketika Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu berkali-kali menemukan celah, baik sebelum maupun sesudah jeda. Harapan sempat muncul saat Mikel Merino menyamakan skor menjadi 2-2, tetapi Matheus Cunha memastikan kemenangan MU lewat gol penentunya di menit-menit akhir.

Di bawah arahan Michael Carrick, MU tampil efektif dan tenang dalam memanfaatkan peluang. Sebuah pendekatan yang sukses membungkam dominasi Arsenal di kandang sendiri. Juga telah menerbitkan kewaspadaan tinggi di Liga Inggris.

Hasil ini membuat posisi Arsenal semakin genting meski tetap berada di puncak klasemen Liga Inggris. Tetapi jarak mereka dengan Manchester City kini hanya tersisa empat poin, sementara laga langsung antara kedua tim masih menanti. Rentetan kehilangan poin, termasuk saat melawan Nottingham Forest, membuat ancaman disalip City untuk ketiga kalinya dalam empat musim kian nyata.

Pelatih Mikel Arteta dipastikan akan melakukan evaluasi keras di ruang ganti. Bukan semata karena kekalahan, melainkan karena cara pertahanan terbaik yang mereka banggakan runtuh dengan mudah. Jika Arsenal tak segera berbenah dan menemukan kembali konsistensi, mimpi mengangkat trofi Liga Inggris bisa kembali sirna di akhir musim.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler