Ejekan Amad Diallo juga menyoroti tumpulnya lini serang tuan rumah Arsenal. Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Leandro Trossard tercatat sedang mengalami periode panjang tanpa gol atau penurunan performa signifikan. Ketergantungan berlebih pada bola mati menjadi celah yang berhasil dieksploitasi lawan.
Di bawah arahan Michael Carrick, Amad Diallo kini semakin menegaskan peran pentingnya dalam skema taktis baru Manchester United. Ia dikembalikan ke posisi winger kanan, bukan bermain terlalu ke belakang seperti sebelumnya, dan konsisten menunjukkan performa menonjol.
Kemenangan ini membawa Manchester United naik ke posisi keempat klasemen Liga Inggris, sekaligus menciptakan momentum psikologis besar bagi Setan Merah untuk menatap periode krusial musim ini. Sementara Arsenal mulai diliputi was-was, terhadap kemungkinan kegagalan menjadi juara.
Murianews, Kudus – Setelah kemenangan dramatis 3-2 Manchester United atas Arsenal di Emirates Stadium, Senin (26/1/2026) dinihari WIB, gelandang sayap Amad Diallo secara terbuka melontarkan ejekan pada gaya bermain The Gunners.
Pemain milik Manchester United ini menilai, permainan Arsenal terlalu bergantung pada situasi bola mati saja. Amad Dialo, pemain asal Pantai Gading itu bahkan meminta Arsenal untuk mulai merendah di persaingan Liga Inggris.
Pertarungan besar Liga Inggris Minggu lalu menjadi panggung comeback emosional MU di bawah pelatih anyar Michael Carrick. Meski sempat tertinggal akibat gol bunuh diri Lisandro Martinez, Setan Merah tampil solid dan mampu membalikkan keadaan untuk menang 3-2 atas pemimpin klasemen sementara.
Gol-gol telat dari Bryan Mbeumo, Patrick Dorgu, dan Matheus Cunha memastikan tiga poin penuh bagi tim tamu. Hasil ini juga mengakhiri puasa kemenangan Manchester United di Emirates dalam kompetisi liga domestik yang telah berlangsung selama delapan tahun.
Usai peluit akhir, Amad Diallo yang tampil impresif selama 88 menit memicu kehebohan di media sosial. Ia menanggapi unggahan penggemar Arsenal sebelum laga yang penuh percaya diri dengan tulisan, “Arsenal menang 4-0, mereka baru saja mengirimi saya naskahnya.” Amad kemudian membalas dengan foto skor akhir disertai pesan singkat, “Rendah hati, nak.”
Perang kata-kata berlanjut ketika penggemar Arsenal tersebut meminta Amad berhenti mengirim pesan. Sang winger lalu mengejek langsung permainan lawan dengan kalimat blak-blakan: “Arsenal tidak punya apa-apa yang bagus selain tendangan sudut.”
Pernyataan Amad ini memang selaras dengan fakta statistik. Arsenal telah mencetak 26 gol dari situasi bola mati musim ini, terbanyak di lima liga top Eropa. Pada laga tersebut, gol penyama kedudukan 2-2 dari Mikel Merino juga berawal dari kemelut usai sepak pojok.
Ejekan Diallo...
Ejekan Amad Diallo juga menyoroti tumpulnya lini serang tuan rumah Arsenal. Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Leandro Trossard tercatat sedang mengalami periode panjang tanpa gol atau penurunan performa signifikan. Ketergantungan berlebih pada bola mati menjadi celah yang berhasil dieksploitasi lawan.
Di bawah arahan Michael Carrick, Amad Diallo kini semakin menegaskan peran pentingnya dalam skema taktis baru Manchester United. Ia dikembalikan ke posisi winger kanan, bukan bermain terlalu ke belakang seperti sebelumnya, dan konsisten menunjukkan performa menonjol.
Kemenangan ini membawa Manchester United naik ke posisi keempat klasemen Liga Inggris, sekaligus menciptakan momentum psikologis besar bagi Setan Merah untuk menatap periode krusial musim ini. Sementara Arsenal mulai diliputi was-was, terhadap kemungkinan kegagalan menjadi juara.