Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianew, Kudus – Matheus Cunha berada dalam sorotan setelah perayaan golnya menuai kontroversi. Bintang Manchester United itu berpotensi menerima Sanksi dari FA akibat dugaan penggunaan bahasa tidak pantas yang tertangkap kamera, saat MU Menang 3-2 atas Arsenal dalam duel panas Liga Inggris.

Laga Arsenal vs MU berlangsung sengit di Emirates Stadium pada Minggu (26/1/2026) dini hari WIB. Manchester United datang dengan kepercayaan diri tinggi usai kemenangan besar sebelumnya. Pertandingan berjalan dramatis setelah Lisandro Martinez mencetak gol bunuh diri yang membuat Arsenal unggul lebih dulu, disusul gol Mikel Merino untuk tim tuan rumah.

Namun, Setan Merah bangkit. Gol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu menyamakan keadaan sebelum Matheus Cunha mencetak gol penentu kemenangan. Gol tersebut memastikan Manchester United membawa pulang tiga poin penting dari London.

Masalah muncul setelah gol penentu itu tercipta. Cunha tertangkap kamera berteriak ke arah lensa saat merayakan golnya. Menurut laporan Manchester Evening News, meski kata-kata sang pemain Brasil tidak terdengar jelas, terdapat indikasi kuat penggunaan bahasa kasar.

Komentator Sky Sports, Peter Drury, bahkan sempat meminta maaf kepada pemirsa atas kemungkinan kata-kata tidak pantas tersebut. Itu setelah Matheus Cunha mencetak gol penentu di penghujung laga Arsenal vs MU.

FA memiliki aturan tegas terkait hal ini. Penggunaan bahasa atau gestur yang dianggap menyinggung, kasar, atau vulgar—terutama jika dilakukan secara jelas di depan kamera—dapat berujung hukuman tambahan. FA menilai tindakan seperti itu berpotensi merusak citra sepak bola profesional.

Kasus serupa pernah terjadi pada 2011, ketika Wayne Rooney diskors dua pertandingan setelah mengumpat di kamera saat membela MU. Preseden ini membuat situasi Cunha semakin dipantau ketat oleh otoritas sepak bola Inggris, usai kemenangan atas Arsenal.

Carrick...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini