Thomas Frank Kena Pecat Setelah Hotspur Terperosok di Posisi 16
Budi Santoso
Rabu, 11 Februari 2026 18:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Manajemen klub Tottenham Hotspur akhirnya mengambil keputusan memecat Thomas Frank dari jabatan pelatih. Langkah ini dilakukan, Rabu (11/2/2026) setelah Hotspur menukik ke posisi 16 Klasemen Liga Inggris, usai dikalahkan 1-2 Newcastle, Selasa (10/2/2026).
Seperti dilansir dari si.com soccer, sebelumnya Thomas Frank masih yakin dirinya akan tetap menjadi pelatih Tottenham Hotspur setelah kekalahan 1-2 dari Newcastle United. Tetapi, berikutnya keputusan pemecatannya diumumkan Tottenham Hotspur melalui laman resmi mereka.
"Thomas ditunjuk pada Juni 2025, dan kami telah bertekad untuk memberinya waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan penampilan telah membuat dewan menyimpulkan bahwa perubahan pada saat ini di musim ini diperlukan,"demikian pernyataan resmi klub.
Kekalahan dari Newcastle United, pada akhirnya telah membuat Tottenham Hotspur terjerembab ke posisi 16 di Klasemen Liga Inggris. Salah satu klub besar Liga Inggris ini hanya berada 5 poin di depan dari zona degradasi. Sementara musim ini hanya tingga menyisakan 12 pertandingan lagi untuk dimainkan.
Ejekan memekakan telinga telah terjadi dan ditujukan kepada Frank dan para pemain Spurs selama pertandingan melawan Newcastle United. Kekalahan pada hari Selasa (10/2/2026) benar-benar telah melenyapkan kepercayaan publik pada Thomas Fank.
Pelatih asal Denmark itu hanya memenangkan tujuh dari 26 pertandingan di Liga Inggris. Sehingga saat ini ancaman degradasi sudah bukan lagi menjadi sekedar lelucon bagi Tottenham Hotspur.
Sebelumnya setelah kekalahan dari Newcastle United Thomas Frank masih mencoba untuk memberikan pembelaan. Menurutnya, sampai saat ini dirinya dan semua pemain masih terus bekerja keras untuk merebut hasil yang baik.
"Saya mengerti perasaan frustrasi dari para penggemar ini. Kami berada dalam posisi yang tidak kami inginkan dan kami bekerja sangat keras siang dan malam untuk berubah. Saya juga berpikir itu adalah situasi yang harus dihadapi,” ujarnya setelah laga.
Cedera Pemain...
- 1
- 2



