Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Cinta lama Alejandro Garnacho ke Manchester United tampaknya tak benar-benar padam. Kepindahannya dari Manchester United ke Chelsea ternyata menyisakan penyesalan, dan kini diungkapkannya secara terbuka.
Dalam wawancara bersama Premier League Productions, winger muda asal Argentina itu mengungkap sisi emosional di balik keputusannya meninggalkan Old Trafford pada musim panas lalu. Saat itu Garnacho pergi dengan nilai transfer £40 juta.
Kepindahan Garnacho disebut karena hubungan buruknya dengan pelatih Ruben Amorim. Masalah ini menjadi titik balik yang sulit diperbaiki. Ketegangan memuncak ketika dirinya secara terbuka mengkritik keputusan Amorim yang tidak memasukkannya ke starting XI pada final Liga Europa.
Saat itu, Manchester United harus mengakui keunggulan Tottenham. Kritik Garnacho di ruang publik memperkeruh situasi, hingga membuat hubungannya dengan pelatih asal Portugal tersebut semakin memburuk.
Situasi kian memanas ketika Jadon Garnacho terlihat mengenakan jersey Aston Villa dengan nama Marcus Rashford di belakangnya. Secara kebetulan Rashford adalah pemain yang juga berselisih dengan Amorim. Sejak saat itu, posisinya di tim utama perlahan terpinggirkan.
“Mungkin Saya Menyesal…Mungkin ya, karena saya sangat mencintai klub itu. Mereka percaya pada saya sejak awal,” ujar Garnacho kepada Premier League Productions.
Selanjutnya Garnacho mengenang perjalanan kariernya yang dimulai dari akademi hingga menembus tim utama. Selama 4–5 tahun berseragam Setan Merah, Garnacho merasa mendapat dukungan besar dari klub dan para suporter.
Perjalanan Hidup...
- 1
- 2



