Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pasca duel sengit Atletico Madrid vs Barcelona di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4/2026) berkembang kontroversi. Pernyataan Raphinha memicu pertentangan pendapat antara kubu Barcelona dan Atletico Madrid usai laga.

Barcelona memang menang 2-1 di leg 2 perempatfinal Liga Champions itu. Namun secara agregat, Atletico Madrid unggul 3-2 dan memastikan tiket ke semifinal Liga Champions.

Winger Barcelona, Raphinha, menjadi sosok pertama yang meluapkan kekecewaan atas hasil ini. Pemain asal Brasi ini menilai timnya dirugikan oleh keputusan wasit sepanjang pertandingan. Bahkan hal yang sama juga dikatakannya terjadi pada leg pertama sebelumnya.

“Itu adalah pertandingan perampokan. Wasit sangat buruk. Para pemain Atletico membuat banyak kesalahan tetapi tidak dihukum,” ujar Raphinha kepada DAZN Brasil.

Tak berhenti di situ, pemain asal Brasil tersebut juga mempertanyakan netralitas pertandingan. Dari apa yang terjadi di lapangan, sepertinya ada pihak yang tidak ingin Barcelona menang di Liga Champions.

“Apa yang saya tidak mengerti adalah mengapa mereka takut Barcelona menang,” tambah Raphinha.

Situasi makin memanas ketika Raphinha terlihat memberi gestur ke arah tribun usai laga. Dalam rekaman video yang beredar, ia bahkan melontarkan klaim bahwa Atletico akan “tersingkir” di semifinal.

Dibantah...

Dari kubu tuan rumah, kiper Juan Musso langsung memberikan respons tegas atas apa yang dilontarkan Raphinha. Ia menolak keras tudingan kemenangan timnya dipengaruhi wasit yang memihak.

“Sepertinya mereka berpikir ada tiga penalti yang tidak diberikan, atau empat kartu merah. Anda tidak bisa mengatakan itu perampokan,” kata Musso membalas Raphiha.

Musso menegaskan kemenangan Atletico adalah hasil kerja keras di lapangan, bukan bantuan pihak lain. Karena itu lebih baik Barcelona bisa menerima hasil Liga Champions dengan lapang dada.

“Kami menang di lapangan. Kami mengalahkan mereka 2-0 di leg pertama. Jangan mengubah semuanya menjadi cerita wasit,” lanjutnya.

Salah satu insiden yang diperdebatkan adalah benturan yang melibatkan Fermin Lopez di kotak penalti dengan Musso. Barcelona menganggap itu pelanggaran, sementara Atletico menilai sebaliknya. Menurut Musso, kejadian tersebut adalah bagian normal dari permainan bertahan.

“Itu hanya tabrakan biasa. Tidak cukup untuk penalti,” tegasnya.

Musso juga menyatakan, meski menghormati Barcelona sebagai tim besar, tudingan “perampokan” yang disampaikan Raphinha menurutnya terlalu berlebihan. Barca adalah tim besar, Atletico menghormati mereka, tidak tepat jika menyebut ini adalah ‘perampokan’.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini