Tetapi sayangnya, meski tampil luar biasa secara individu, musim Kylian Mbappe bersama Real Madrid terancam berakhir tanpa gelar kembali. Selain itu, Mbappe juga masih jauh untuk bisa mendapatkan gelar juara Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang karirnya.
Real Madrid yang saat ini dibela Kylian Mbappe juga mengalami krisis sejak dirinya bergabung. Los Blancos saat ini sudah tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey. Kemudian di Liga Spanyol, Real Madrid juga tercecer dengan 9 poin dari Real Madrid.
Padahal, di Liga Spanyol, Mbappe sudah mencetak 40 gol hanya dalam 39 pertandingan di semua kompetisi. Sebuah statistik yang akhirnya menjadi agak ironis, karena tidak ada gelar juara yang berhasil direbutnya.
Murianews, Kudus – Sebuah paradok terjadi di Stadion Allianz Arena saat Real Madrid tersingkir dari Liga Champions. Pada saat bersamaan, Kylian Mbappe muncul dengan kilatan prestasi individu yang luar biasa.
Real Madri memang hancur berantakan, tapi Kylian Mbappe pada saat yang bersamaan menciptakan tiga rekor baru di Liga Champions. Ini menjadi luar biasa. Secara individu pemain asal Prancis ini benar-benar hebat, tetapi sayang tak bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Menurut laporan Marca, Mbappe mencetak tiga rekor Liga Champions baru. Meski Real Madrid kalah, Mbappe kembali mencetak satu gol di akhir babak pertama dan memberi dirinya sebuah catatan impresif di Liga Champions.
Gol ini memberi pencapaian penting bagi Mbappe karena menyamai catatan gol milik Karim Benzema. Dengan 15 gol di Liga Champions musim ini, ia kini sejajar dengan torehan Benzema saat bermain di Real Madrid. Capaian itu membuat sebagai salah satu pemain Prancis tersubur dalam satu musim kompetisi Eropa.
Di laga yang berakhir sangat menyakitkan Real Madrid ini, Mbappe juga sukses mematahkan rekor yang selama ini dimiliki Lionel Messi. Ia kini menjadi pemain tercepat yang mencapai 70 gol di Liga Champions. Mbappe mencapai 70 gol dalam usia 27 tahun 116 hari, menjadi lebih cepat sekitar tiga minggu dibanding Messi.
Satu lagi pencapaian yang tak kalah impresif yang diciptakan di laga Bayern Munich vs Real Madrid ini, adalah menjadi pemain pertama yang mencetak 10 gol tandang dalam satu musim di Liga Champions.
Statistik Mbappe menunjukkan konsistensinya, bahkan saat bermain di bawah tekanan publik lawan. Ia bukan hanya tajam, tapi juga tahan mental di laga besar.
Sayang Madrid Kalah...
Tetapi sayangnya, meski tampil luar biasa secara individu, musim Kylian Mbappe bersama Real Madrid terancam berakhir tanpa gelar kembali. Selain itu, Mbappe juga masih jauh untuk bisa mendapatkan gelar juara Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang karirnya.
Real Madrid yang saat ini dibela Kylian Mbappe juga mengalami krisis sejak dirinya bergabung. Los Blancos saat ini sudah tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey. Kemudian di Liga Spanyol, Real Madrid juga tercecer dengan 9 poin dari Real Madrid.
Padahal, di Liga Spanyol, Mbappe sudah mencetak 40 gol hanya dalam 39 pertandingan di semua kompetisi. Sebuah statistik yang akhirnya menjadi agak ironis, karena tidak ada gelar juara yang berhasil direbutnya.