Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Jeda minum atau water break selama Piala Dunia 2026 ternyata lebih sering menguntungkan tim yang sedang menguasai permainan. Temuan itu muncul setelah analisis terhadap seluruh pertandingan sepanjang turnamen.

Media olahraga Spanyol Marca, dalam laporan yang dipublikasikan Rabu (22/7/2026), mengulas hasil analisis data dari Driblab terhadap 208 momen water break di 104 pertandingan Piala Dunia 2026.

Kajian tersbeut menyoroti dampak jeda pertandingan atua water break terhadap perubahan jalannya laga. Dari analisaa yang dilakukan hasilnya menunjukan kecnenderungan sperti itu.

Piala Dunia 2026 berlangsung di sejumlah kota dengan suhu yang kerap melampaui 30 derajat Celsius. Kondisi itu disikapi FIFA dengan kebijakan menghentikan pertandingan sekitar menit ke-23 dan ke-67 untuk water break.

Selain menjaga kondisi fisik pemain, jeda water break Piala Dunia 2026, tentu saja juga menjadi kesmpatan bagi pelathi untku memberikan arahan taktik. Selama sekitar tiga menit, pemain menerima instruksi sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

Dalam analisisnya, Marca menggunakan data xThreat atau indeks ancaman serangan untuk membandingkan permainan sebelum dan sesudah water break. Pengukuran dilakukan lima menit sebelum dan lima menit setelah pertandingan dimulai kembali, bahkan diperluas hingga sepuluh menit pada situasi tertentu.

Hasilnya menunjukkan tim yang sebelumnya mendominasi pertandingan justru mampu mempertahankan bahkan meningkatkan tekanan setelah jeda water break. Kondisi tersebut terjadi dalam 73 dari total 208 kasus yang dianalisis di Piala Dunia 2026.

Angka tersebut mewakili lebih dari sepertiga keseluruhan sampel penelitian. Sebaliknya, tim yang berada di bawah tekanan hanya mampu memberikan respons berarti pada sekitar 16 persen kasus.

Keuntungan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini