Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Gelandang Spanyol, Gavi, meminta FIFA tidak menjatuhkan hukuman berat kepada pemain Argentina yang terlibat kericuhan setelah final Piala Dunia 2026.

Menurutnya, insiden tersebut merupakan bagian dari tingginya tensi pretandingan yang memperebutkan gelar juara dunia.

Media Inggris Sky Sports, dalam laporannya menyebut FIFA masih menelaah berbagai laporan terkait keributan yang terjadi sesaat steelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pemain dan anggota staf pelatih Argentina masuk dalam proses penyelidikan menyusul insiden tersebut.

Gavi menilai ledakan emosi usai laga final itu merupakan hal yang sulit dihindari. Meski mengakui peristiaw itu tidak memberikan contoh yang baik. Pemain Barcelona itu berharap FIFA mempertimbangkan situasi sebelum mengambil keputusan.

"Saya tidak ingin pemain Argentina diskors. Saya memahami apa yang terjadi bukan contoh yang baik, tetapi sepak bola selalu berlangsung dengan tensi tinggi," ujar Gavi seperti dikutip dari Sky Sports.

Pemain berusia 21 tahun itu menegaskan bentrokan yang terjadi tidak lepas dari persaingan sengit sepanjang pertandingan. Menurutnya, duel di laga speenting final Piala Dunia memang sering memunculkan luapan emosi dari kedua kubu.

Kericuhan pecah tidak lama setelah Spanyol memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Kekalahan tersebut menggagalkan upaya Argentina mempertahankan gelar juara dunia.

FIFA kini masih memeriksa laporan wasit dan bukti rekaman pertandingan. Fokus penyelidikan mengarah pada dugaan tindakan kekerasan yang terjadi di tengah keributan setelah laga berakhir.

Leandro Paredes menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan dalam proses investigasi. Ia diduga terlibat aksi agresif saat bentrok dengan sejumlah pemain Spanyol di lapangan.

Paredes...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler