Menurut laporan investigasi, para petinggi AFA diminta menyerahkan sejumlah dokumen kepada Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida. Batas penyerahan dokumen disebut jatuh pada 30 Juli, dengan nama kasus "AFA-Gate".
Penyidik dikabarkan menyoroti aktivitas perusahaan TourProdEnter LLC yang berbasis di Florida. Perusahaan itu diduga menjadi pernatara aliran dana dari kontrak sponsor internasional Timnas Argentina.
Laporan tersebut menyebut perusahaan itu diduga menerima sekitar 30 persen dari total pendapatan komersial AFA dalam beberapa tahun terakhir. Nilai transaksi yang menjadi perhatian penyidik disebut mencapai lebih dari 300 juta dolar AS.
Data transaksi perbankan juga disebut menjadi bagian dari penyelidikan. Sejumlah dana dilaporkan mengalir melalui beberapa bank besar sebelum dipindahkan ke rekening lain dalam waktu singkat.
Selain itu, penyidik menduga terdapat pendapatan yang tidak dicantumkan dalam laporan keuangan federasi. Sebelumnya, aparat juga dikabarkan telah menyita puluhan mobil mewah serta aset bernilai lebih dari 20 juta dolar AS yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Di sisi lain, AFA membantah seluruh tuduhan yang beredar. Dalam pernyataan resminya, AFA menegaskan tidak ada surat panggilan yang diterbitkan kepada Claudio Tapia maupun Pablo Toviggino.
Kuasa hukum Tapia menyatakan kliennya tidak pernah menerima panggilan dari penyidik. Pernyataan serupa juga disampaikan pengacara Toviggino yang membantah adanya permintaan dari pengadilan Amerika Serikat maupun Argentina.
Murianews, Kudus – Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai penyelidikan dugaan skandal keuangan bernilai ratusan juta dolar AS. Kasus itu disebut melibatkan sejumlah petinggi AFA dan terus menjadi kontroversi.
Menurut ESPN, penyelidikan dilakukan otoritas Amerika Serikat beberapa hari setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Infomrasi tersebut membuat polemik di federasi sepak bola Argentina terus berkembang.
Laporan menyebut FBI sempat menahan pesawat yang membawa rombongan Timnas Argentina di Bandara John F. Kennedy, New York. Itu dilakukan untuk menyita sejumlah perangkat elektronik milik petinggi AFA yang dicurigai.
Beberapa nama petinggi AFA yang dicurigai oleh FBI adalah Presiden AFA Claudio "Chiqui" Tapia, Sekretaris Jenderal sekaligus Bendahara Pablo Toviggino, dan sejumlah anggota dewan federasi.
Mereka dikabarkan masuk dalam linkgup penyelidikan dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Sbeuah tudhuan yang cukiup serius, telrlebih dilakukan oleh FBI, salah satu otoritas milik Amerika Serikat.
Menurut laproan ESPN, kasus ini juga dikaitkan dnegan dua penguasaha Diego Lucero dan Javier Faroni. Keduanya disebut masuk dalam rangkaian penyelidikan yang tengah berlangsung.
Sementara itu Tyc Sport menyatakan di tengah ramainya perdebatan soal kepemimpinan wasit di final Piala Dunia 2026, perhatian publik akan teralihkan. Dugaan penyimpangan keuangan di tubuh AFA disebut menjadi isu baru yang menjadi isu utama yang sedang diusut.
Aliran Dana...
Menurut laporan investigasi, para petinggi AFA diminta menyerahkan sejumlah dokumen kepada Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida. Batas penyerahan dokumen disebut jatuh pada 30 Juli, dengan nama kasus "AFA-Gate".
Penyidik dikabarkan menyoroti aktivitas perusahaan TourProdEnter LLC yang berbasis di Florida. Perusahaan itu diduga menjadi pernatara aliran dana dari kontrak sponsor internasional Timnas Argentina.
Laporan tersebut menyebut perusahaan itu diduga menerima sekitar 30 persen dari total pendapatan komersial AFA dalam beberapa tahun terakhir. Nilai transaksi yang menjadi perhatian penyidik disebut mencapai lebih dari 300 juta dolar AS.
Data transaksi perbankan juga disebut menjadi bagian dari penyelidikan. Sejumlah dana dilaporkan mengalir melalui beberapa bank besar sebelum dipindahkan ke rekening lain dalam waktu singkat.
Selain itu, penyidik menduga terdapat pendapatan yang tidak dicantumkan dalam laporan keuangan federasi. Sebelumnya, aparat juga dikabarkan telah menyita puluhan mobil mewah serta aset bernilai lebih dari 20 juta dolar AS yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Di sisi lain, AFA membantah seluruh tuduhan yang beredar. Dalam pernyataan resminya, AFA menegaskan tidak ada surat panggilan yang diterbitkan kepada Claudio Tapia maupun Pablo Toviggino.
Kuasa hukum Tapia menyatakan kliennya tidak pernah menerima panggilan dari penyidik. Pernyataan serupa juga disampaikan pengacara Toviggino yang membantah adanya permintaan dari pengadilan Amerika Serikat maupun Argentina.