Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Dua pertandingan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 tiba-tiba menjadi bahasan baru setelah turnamen berakhir. Laga-laga itu diduga terkait dengan aktifitas taruhan.

Meski demikian, hingga kini belum ada bkuti yang benar-benar menagrah pada kertelibatan Spanyol dalam praktik pengaturan skor. Pada Kamis (23/7/2026), The Athletic melaporkan, organisasi independen Copenhagen Group mengidentifikasi hal ini.

Menurut mereka ada tujuh alga Piala Dunia 2026 yang memuncuklkan indikasi mencurigakan. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada FIFA untuk mendapatkan klarifikasi.

Dari tujuh pertandingan yang dicurgiai, dua di antaranya melibatkan Timnas Spanyol. Kasus pertama terjadi saat mereka bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde di penyisihan Grup.

Dari laga Spanyol vs Tanjung Verde, telah memicu lonajkan taruahn di platform Polymarket. Banyak pengguna memasang taruhan dengan prediksi Spanyol gagal meraih kemenangan.

Laga Spanyol lainnya adalah ketika mereka mnghadapo Arab Saudi. Saat itu, gol Ferran Torres sempat ditinjau Video Assistant Referee (VAR) dalam waktu cukup lama, sebelum akhirnya dianulir karena offside.

Proses pemeriksaan VAR yang berlangsung cukup lama dinilai memunculkan pergerakan tidak biasa di pasar taruhan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan pertandingan itu masuk dalam daftar pemantauan.

Copenhagen Group mengategorikan kedua kasus tersebut sebagai peringatan level kuning. Atau merupakan peringatna tingkat kedua dalam sistem evaluasi empat level yang digunakan organisasi tersebut.

Aktifitas Tak Wajar...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler