PSIM vs Persijap, Duel Dua Tim Promosi Tanpa Kekuatan Terbaik
Dani Agus
Rabu, 11 Maret 2026 07:42:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sementara itu, meski bakal bertanding dengan status sebagai tim tamu, tak menyurutkan tekad Laskar Kalinyamat untuk dapat mencatat poin untuk terus memperbaiki posisi di papan klasemen.
Perolehan poin yang ketat di papan bawah membuat Persijap ingin terus menambah poin demi poin di tiap laga yang dijalaninya.
Namun tentunya untuk dapat mewujudkan poin yang diincar adalah tidak mudah mengingat PSIM juga ingin memperbaiki posisinya di klasemen yang saat ini di peringkat ke-8 dengan nilai 37.
Hanya saja memang sayangnya Persijap bakal tampil tanpa dua pemain andalannya yakni gelandang bertenaga kuda Wahyudi Hamisi dan bek asing Jose Luis Espinosa Arroyo atau Rubio.
Wahyudi Hamisi harus absen karena akumulasi kartu kuning, sementara Rubio mendapat kartu merah saat Persijap menghadapi Persis pada laga pekan ke-24, Kamis (4/3/2026) lalu.
Absennya dua pemain tersebut membuat lini tengah dan pertahanan Persijap mengalami perubahan. Pelatih Persijap Mario Lemos memutar otak untuk dapat menjaga keseimbangan timnya.
”Adanya pemain yang absen, dalam sepakbola itu adalah hal yang biasa akibat kartu kuning, kartu merah atau cedera. Kita datang dengan fokus penuh dan kita akan coba untuk mendapatkan poin karena itu yang kita butuhkan,” kata Mario Lemos.
Meski ada pemain pilar yang absen, dia memastikan tim tetap mempertahankan pola permainan utama, yang selama ini menjadi andalan Persijap. Ini karena para pilar lainnya juga siap tempur.



