Awal Periode Baru, KONI Kudus Fokus Tata Ulang Organisasi
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 2 Juli 2024 19:06:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kudus fokus menata ulang organisasi di periode baru ini. Diketahui, KONI Kudus sebelumnya sempat terjerat persoalan.
Menurut Sulistiyanto, Ketua KONI Kudus persoalan kemarin berdampak buruk bagi internal KONI. Setidaknya ada tiga aspek yang terkena imbasnya.
Mulai dari menurunnya prestasi yang didapatkan. Kinerja pengurus hingga kesejahteraan atlet dan pelatih juga turut menurun.
’’Semangat pengurus tergerus gara-gara persoalan kemarin. Sebanding dengan itu kesejahteraan atlet juga sangatlah minim,’’ katanya kepada Murianews.com, Selasa (2/7/2024).
Ia menuturkan saat ini langkah yang diambil adalah menyelesaikan persoalan internal terlebih dahulu. Pihaknya merancang pola keorganisasian baru yang sesuai aturan.
Hal tersebut merupakan pekerjaan besar dan penuh tantangan. Sebab sebelumnya belum ada sistem yang diterapkan dalam pengelolaan KONI Kudus.
’’Sebelumnya tinggal jalan saja, tidak ada sistem yang baku dalam mengurus KONI, saat ini kami mencoba membuatnya. Serta kami perlu membangun kepercayaan publik pada KONI,’’ ujarnya.
Sulis menyatakan sistem organisasi KONI haruslah sehat. Administrasi dan keuangan harus tertib.
Oleh karena itu, di periodenya, ia menggaungkan semboyan Olahraga Sehat Berprestasi. Ia menuturkan, misal pengelolaan organisasinya sakit maka tidak akan terpikirkan persoalan prestasi.
’’Kami itu mitra pemerintah dalam pembinaan prestasi di bidang olahraga. Maka kami harus mengupayakan hal tersebut terselanggara dengan sehat,’’ terangnya.
Selama ini proses penataan organisasi masih berjalan. Di samping itu, program lainnya tetap dilakukan.
Beberapa agenda sudah direncanakan dekat-dekat hari. Agenda tersebut di antaranya, festival olahraga dan mini event.
’’Festival olahraga isinya tentang pertunjukan seluruh cabang olahraga yang ada di Kudus. Sebanyak 53 cabang akan ditampilkan untuk menguji kekuatan atlet dan pelatih. Sedangkan mini event, kami menyelenggarakan beberapa kompetisi seperti e-sports, catur, dan sepak bola,’’ terangnya.
Ia pun berharap, KONI Kudus kembali berjaya seperti pada 2018 lalu, di mana mampu menduduki peringkat ketiga Jateng dalam event Porprov Jateng.
Editor: Zulkifli Fahmi



