Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pengurus Pengkab Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kudus mendesak agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus divakumkan.

Hal ini menyusul buruknya komunikasi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran pembinaan olahraga.

”Vakumkan saja KONI Kudus ini. Mending anggaran dilewatkan langsung ke dinas untuk dibagi ke pengkab. Daripada kami cuma dimintai data, keterangan, tapi tidak tahu arah pembinaan ini mau dibawa ke mana,” ungkapnya ketua Pengkab POBSI Kudus, Pradipta Adi Nugraha, Jumat (23/5/2025).

Ia mengungkapkan, selama masa kepemimpinan Ketua KONI Kudus saat ini, Sulistiyanto, koordinasi dengan para pengkab dinilai sangat minim.

”Selama Pak Sulis menjabat, kami baru dua kali dikumpulkan. Padahal peran KONI seharusnya aktif menjembatani kebutuhan pengkab dan menjalin komunikasi dengan pemerintah,” lanjutnya.

Menurutnya, anggaran murni tahun ini sekitar Rp 2,5 miliar. Jumlah ini dinilai masih sangat kurang untuk pembinaan seluruh cabang olahraga yang ada.

”Pengkab total ada 52. Kalau dibagi rata, dapatnya berapa? Sekarang ini yang diprioritaskan hanya voli, basket, dan sepak bola. Tadi banyak dari pengkab bertanya, kami tanya baik-baik masalah ini, tidak dijawab, malah beliau emosi,” keluhnya.

Ia juga menyesalkan sikap pimpinan KONI yang meminta para pengkab melakukan demonstrasi ke pemerintah daerah demi meminta tambahan anggaran.

”Seharusnya ketua KONI yang memfasilitasi dan menjalin hubungan baik dengan pemda. Kami ini butuh pembinaan yang berkelanjutan, bukan konflik.” Terangnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler