Rabu, 29 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Buntut aksi tendangan kungfu di Piala Soeratin U17 di Lapangan Gelora Soekarno berbuntut panjang. Safin Pati Sport School atau Safin Pati akhirnya memecat pemain yang menjadi pelaku dalam aksi ini.

Safin Pati mengeluarkan atau men-drop out (Men-DO) pelaku tendangan kungfu. Selain itu pihak Safin Pati dalam keterangannya meminta maaf kepada pemain yang menjadi korban tendangan kungfu.

Seperti diketahui, insiden tendangan kungfu ini terjadi di tengah-tengah laga antara Universitas Safin Pati melawan dengan BJL 2000, Senin (27/7/2026) sore. Laga ini merupakan bagian dari Piala Soeratin U17 yang digelar di Pati.

CEO Safin Pati Sport School, Rafi Rizqullah Arifin menyatakan sangat kecewa dengan tindakan salah satu siswanya ini. Pihaknya juga menyesal dengan kejadian tendangan kungfu ini.

“Saya sangat kecewa dan sangat menyesalkan tindakan salah satu siswa di Safin Pati yang melakukan tendangan sangat berbahaya kepada pemain BJL 2000. Kami sebagai lembaga pembinaan usia muda tidak mengajarkan tindakan seperti itu,” ungkap Rafi Arifin.

Menurutnya, pemain sepakbola harus bisa mengedepankan sikap respect atau saling menghormati. Pemain sepak bola juga harus memiliki pengendalikan emosi, dan tanggungjawab, dan menjunjung tinggi fair play sejak dini.

Pihaknya juga telah menggelar rapat untuk menanggapi insiden tendangan kungfu tersebut. Hasilnya, Safin Pati memutuskan mengeluarkan pelaku, atau men-DO pelaku.

”Kami sudah rapat menejemen dan tidak melanjutkan anak F di Safin Pati Sport School. Di saat kami menggali anak dan sejarahnya memang lumayan ekstra anaknya. Ini merupakan tanggungjawab kami untuk menciptakan lingkungan yang aman,” tandas dia.

Video Viral...

Sebelumnya, beredar video memperlihatkan seorang pemain tega menendang pemain lawan dengan tendangan kungfu. Insiden itu terjadi setelah ada perseteruan pemain antara kedua kesebelasan.

Seorang pemain yang mengenakan jersey terang tiba-tiba lari dan melakukan tendangan kungfu ke arah pemain yang memakai jersey gelap. Hingga saat ini juga belum terungkap dengan jelas apa yang menyebabkan insiden ini.

Video lainnya memperlihatkan seorang pemain yang diduga korban tendangan Kungfu tersebut dirawat di sebuah rumah sakit. Tangan pemain yang belakangan diketahui bernama Rama Jangkar, pemain BLJ 2000 tersebut diduga mengalami patah.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler