Aceh Siap Tarung! 45 Atlet Bidik Emas di PON Bela Diri Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 11 Oktober 2025 12:10:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Berbicara soal lawan berat, ia menyebut kontingen dari Pulau Jawa patut diperhatikan. Yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
”Daerah tersebut rutin mengirim atlet untuk mewakili Indonesia di ajang internasional. Saya rasa perlu diperhatikan,” terangnya.
Selain itu, ia berharap agar kontingen Aceh memiliki keuntungan saat undian. Ia berharap di pertandingan awal mendapatkan lawan yang setara terlebih dahulu.
Sementara saat ini, Venue PON Bela Diri di GOR Djarum Arena 2 Kaliputu dan GOR Djarum Arena 3 Kaliputu Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mulai dipadati atlet, pada Sabtu (11/10/2025) siang. Sejumlah atlet juga mulai persiapan melakukan pemanasan.
Tampak pada pintu masuk GOR Djarum Arena Kaliputu sudah bersiap menyambut para atlet. Sejumlah arena juga telah siap digunakan untuk bertanding. Beberapa pekerja masih tampak melakukan finishing.
Area tempat duduk di luar venue juga sudah dipersiapkan untuk para atlet dan ofisial yang hendak bersantai maupun bersiap sebelum pertandingan dimulai.
Atlet yang datang hari ini mengambil ID Card sebagai identitas ketika bertanding. Selain itu ada juga yang sudah mulai melakukan pemanasan.
Pantauan di area pengambilan ID card lumayan ramai. Perwakilan masing-masing kontingen mengambilkan berbagai ID card pemain, pelatih dan ofisial.
Editor: Anggara Jiwandhana



