Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Viktor Axelsen Serag balik BWF, setelah cuitannya di Twitter ditanggapi. Pemain bulutangkis tunggal asal Denmark ini kembali melontarkan ‘serangan’ ke BWF.
Pemain tunggal nomor satu dunia ini memberikan reaksi, melalui cuitan di twitter lagi setelah BWF menyatakan tidak senang atas pernyataannya. Viktor Axelsen menanyakan apa yang salah dengan sikapnya itu.
"Bagian mana yang salah? Kewajiban pemain: Saya paham bahwa kami punya kewajiban dan itu tidaklah masalah. Secara pribadi saya juga senang mempromosikan olahraga ini, namun untuk mendorong atlet berpergian dengan biaya sendiri, ketika dia cedera, apakah adil?" tutur Axelsen melalui twitter.
Pernyataan itu berkait dengan denda yang harus diterimanya ketika dirinya tidak hadir di Singapura untuk menggelar konfrensi pers. Dalam aturan BWF, pemain yang masuk Top Committed Players memang harus ikut serta di seluruh turnamen level atas seperti Super 1000 dan Super 750.
Jika tidak bisa ikut serta karena cedera si pemain harus hadir di turamen untuk memberikan konfrensi pers. Hal ini tidak dilakuka Viktor Axelsen saat absen di Singapura Open 2023, yang memicu denda bagi dirinya.
Terkait hal ini, Viktor Axelsen menyebut kebijakan ittu tidak masuk akal. Karena akomodasi untuk datang di konfrensi pers ditanggung si pemain secara pribadi.
Viktor Axelsen juga menyebutkan, BWF seharusnya menanggung biaya akomodasi atlet yang masuk Top Committed Players dalam situasi seperti itu. Sehingga mereka bisa tetap datang ketika dalam kondisi cedera.
"Saya tidak hanya berbicara soal diri saya sendiri, namun bagi sejumlah pemain, dana yang ada terbatas dan harus berpergian dengan biaya pribadi tanpa bermain di turnamen tersebut adalah pukulan telak bagi budget tahunan mereka yang sudah terbilang ketat, dengan [keikutsertaan] seluruh turnamen di penjuru dunia," ujarnya menyerang BWF.
Jika BWF menginginkan kedatangan atlet yang tidak bisa ikut turnamen karena cedera, Viktor Axelsen meminta agar masalah akomodasi ditanggung. Dengan demikian si pemain bisa hadir tanpa harus menanggung beban.



