Debut Abdukodir Khusanov di Man City, Meski Blunder Dibela Guardiola
Budi Santoso
Senin, 27 Januari 2025 17:39:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Manchester City menggebrak bursa transfer musim dingin ini dengan menghabiskan 155 juta euro untuk mendatangkan tiga pemain baru. Vitor Reis, Omar Marmoush, dan Abdukodir Khusanov.
Khusanov, yang bersinar bersama RC Lens, direkrut dengan nilai 50 juta euro untuk memperkuat lini pertahanan Cityzens. Pemain muda asal Uzbekistan ini bahkan langsung menjalani debut bersejarahnya tak lama setelah direkrut.
Namun, pertandingan Manchester City vs Chelsea, Minggu (26/1/2025), seperti menjadi ujian besar bagi Abdulkodir Khusanov. Admosfer Liga Inggris begitu nyata membuatnya harus semakin cepat menyesuaikan diri dalam mentalitas bermainnya.
Dalam laga melawan Chelsea, Khusanov menghadapi tantangan besar sejak menit awal. Bermaksud mengarahkan bola kembali ke kiper dengan kepalanya, Khusanov membuat blunder di debut bersejarahnya bersama Manchester City.
Kesalahannya dimanfaatkan Nicolas Jackson yang kemudian memberikan assist untuk gol Noni Madueke di menit ke-4. Gol yang membuat Chelsea unggul lebih dulu ini sepertinya menjadi pelajaran sangat pahit bagi Khusanov.
Kesalahan itu bahkan diikuti momen-momen sulit lainnya. Pada menit berikutnya, Khusanov kehilangan bola di area berbahaya dan menerima kartu kuning pada menit ke-5.
Kendati demikian, Abdulkodir Khusanov menunjukan keinginan untuk belajar lebih cepat di lapangan. Meski memulai dengan mimpi buruk, bek berusia 20 tahun itu perlahan menunjukkan peningkatan dalam permainannya saat itu.
Pep Guardiola Membelanya...
- 1
- 2



