Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus - Drama panas terjadi di penghujung pertandingan ketika Brasil mengamankan kemenangan atas Kolombia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol, Jumat (21/3/2025). Namun, kontroversi besar muncul, saat Pelatih Brasil, Dorival Junior, melakukan pergantian pemain ke-7 di pertandingan.

Pergantian pemain ke-7 kalinya yang dilakukan Brasil, memicu ketidakpuasan Kolumbia. Itu terjadi saat Dorival melakukan pergatian di waktu tambahan, saat menggantikan Vinicius Jr dengan Leo Ortiz untuk memperkuat lini pertahanan.

Dilansir dari CNN Brasil, Pergantian pemain ketujuh ini langsung memicu gelombang protes dari pihak Kolombia yang merasa dirugikan. Namun, berdasarkan regulasi yang ditetapkan oleh Conmebol, pergantian tersebut ternyata sah.

Sesuai dengan Pasal 96 tentang Penggantian dalam kasus dugaan cedera kepala dan gegar otak, tim diperbolehkan melakukan satu pergantian tambahan jika terjadi insiden seperti itu. Artinya, meskipun Brasil telah melakukan enam pergantian pemain, mereka tetap berhak melakukan satu pergantian lagi karena alasan medis.

Terlepas dari itu, hal ini tetap memancing perdebatan panas. Pihak Kolombia menilai Brasil telah memanfaatkan celah aturan untuk keuntungan taktis, bukan murni karena alasan kesehatan. Keputusan tersebut membuat suasana semakin tegang, dengan pemain dan staf Kolombia tampak melayangkan protes keras kepada ofisial pertandingan.

Menurut Conmebol, pergantian ini sepenuhnya sesuai regulasi, dan penggunaan kartu merah muda dalam kasus dugaan gegar otak adalah bagian dari aturan yang telah ditetapkan. Meski demikian, banyak pihak mempertanyakan apakah Brasil benar-benar mengikuti semangat dari peraturan ini atau hanya sekadar mencari keuntungan tambahan.

“Kami tidak melanggar aturan, semuanya sah. Keselamatan pemain adalah prioritas utama, dan kami hanya menggunakan opsi yang diizinkan,” ujar Dorival Junior dalam konferensi pers pascapertandingan.

Kolombia Protes...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Sport Terkini

Terpopuler