Dendam ke Mbappe Membara, PSG Blokir Real Madrid, Vitinha Jadi Korban
Budi Santoso
Senin, 29 Desember 2025 21:18:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus — Perseteruan panas Kylian Mbappe vs Paris Saint Germain (PSG), rupanya belum sepenuhnya padam. Situasi ini juga berdampak pada hubungan PSG dan Real Madrid berkaitan dengan masalah bursa transfer pemain.
PSG dan Madrid disebut-sebut kini memasuki fase terdingin dalam sejarah. Klub raksasa Prancis itu dikabarkan menolak mentah-mentah semua pendekatan negosiasi dari Los Blancos untuk sejumlah kemungkinan transfer pemain mereka.
Real Madrid sedang gencar mencari gelandang berpengalaman, menyusul kesenjangan besar di lini tengah yang disadari langsung oleh Xabi Alonso. Kepergian dua pilar legendaris, Toni Kroos dan Luka Modric, meninggalkan lubang kepemimpinan yang tak mudah ditambal.
Awalnya, publik Santiago Bernabeu mengira regenerasi lini tengah berjalan mulus. Namun kenyataan berkata lain. Minimnya pengalaman dan karakter pemimpin membuat Real Madrid kini dalam kondisi darurat gelandang senior.
Dalam konteks ini Vitinha, maestro lini tengah PSG muncul sebagai target impian Real Madrid. Gaya bermain, visi, dan kematangannya dianggap cocok untuk menyeimbangkan skuad muda di Real Madrid. Namun sejak awal, transfer ini sudah dicap nyaris mustahil.
Menurut laporan Defensa Central, sosok yang menjadi penghalang terbesar bukanlah nilai transfer, melainkan Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi sendiri. Disebutkan, Al-Khelaifi menolak total untuk duduk satu meja dengan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, terkait kesepakatan apa pun.
Sikap itu jelas menjadi efek langsung dari kasus Kylian Mbappe yang melukai harga diri PSG. Mbappe diketahui memenangkan gugatan hukum yang mengharuskan PSG harus membayar uang dalam jumlah sangat besar.
Secara teknis, Vitinha memiliki klausul pelepasan senilai 90 juta euro dalam kontraknya yang berlaku hingga 2029. Klausul ini sempat masuk radar Real Madrid, terutama jika klub memperoleh suntikan dana besar dari kemungkinan penjualan pemain bintang seperti Vinicius.
Vitinha Jadi Korban...
- 1
- 2



