Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pasca duel sengit Atletico Madrid vs Barcelona di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4/2026) berkembang kontroversi. Pernyataan Raphinha memicu pertentangan pendapat antara kubu Barcelona dan Atletico Madrid usai laga.
Barcelona memang menang 2-1 di leg 2 perempatfinal Liga Champions itu. Namun secara agregat, Atletico Madrid unggul 3-2 dan memastikan tiket ke semifinal Liga Champions.
Winger Barcelona, Raphinha, menjadi sosok pertama yang meluapkan kekecewaan atas hasil ini. Pemain asal Brasi ini menilai timnya dirugikan oleh keputusan wasit sepanjang pertandingan. Bahkan hal yang sama juga dikatakannya terjadi pada leg pertama sebelumnya.
“Itu adalah pertandingan perampokan. Wasit sangat buruk. Para pemain Atletico membuat banyak kesalahan tetapi tidak dihukum,” ujar Raphinha kepada DAZN Brasil.
Tak berhenti di situ, pemain asal Brasil tersebut juga mempertanyakan netralitas pertandingan. Dari apa yang terjadi di lapangan, sepertinya ada pihak yang tidak ingin Barcelona menang di Liga Champions.
“Apa yang saya tidak mengerti adalah mengapa mereka takut Barcelona menang,” tambah Raphinha.
Situasi makin memanas ketika Raphinha terlihat memberi gestur ke arah tribun usai laga. Dalam rekaman video yang beredar, ia bahkan melontarkan klaim bahwa Atletico akan “tersingkir” di semifinal.
Dibantah...
- 1
- 2



