Lewa pun memahami kondisi yang dialami Yamal di Piala Dunia 2026. Meski begitu, ia memuji perjuangan keras Yamal untuk tetap tampil apik bersama La Roja.
”Dia masih muda, dia datang ke Piala Dunia setelah cedera dan tidak bermain selama sekitar delapan minggu, jadi sulit jika Anda tidak bermain selama delapan minggu dan harus langsung bermain di Piala Dunia; Anda tidak punya waktu untuk berlatih, hanya dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Namun, dia menunjukkan kualitas yang sangat baik. Para pemain Spanyol dan tim membantu Lamine, dan Lamine juga membantu seluruh tim. Saya pikir kerja sama ini sempurna,” ujarnya.
Murianews, Barcelona – Performa Lamine Yamal dinilai tak begitu gacor bersama Spanyol di Piala Dunia 2026 yang baru saja rampung. Penampilannya sangat kontras kala membawa La Roja juara Piala Eropa 2024 lalu.
Kala itu, ia tampil di tujuh kali dari total tujuh pertandingan. Sepanjang 508 menit bermain, Yamal mencatatkan satu gol spektakuler melawan Prancis di semifinal dengan 4 assist yang menjadi penyumbang assist terbanyak.
Ia pun menasbihkan diri sebagai pemain termuda di Piala Eropa, pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Eropa, sekaligus pemain muda terbaik di turnamen tersebut.
Kondisi kontras terjadi di Piala Dunia 2026. Yamal dinilai tak begitu meledak pada turnamen lima tahunan itu, meski membawa Spanyol meraih gelar Juara untuk kedua kalinya. Bermain delapan kali, ia berhasil mencatatkan satu gol saat menghadapi Arab Saudi.
Namun, pada turnamen itu, Yamal absen menjadi penyumbang assist, padahal pemain muda Barcelona itu mencatatkan 223 operan akurat dari 256 total umpan atau dengan tingkat akurasi 87 persen.
Dalam sebuah wawancara, mantan striker Barcelona, Robert Lewandowski mengungkapkan alasan daya ledak Lamine Yamal berkurang dalam turnamen tersebut.
Cedera yang didapat Yamal sebelum turnamen bergulir, disebut-sebut Lewat sebagai penyebab daya ledak bintang muda Spanyol itu melempem.
Yamal diketahui mentas di Piala Dunia 2026 usai pulih dari cedera otot paha belakang. Cedera itu didapatkannya pada fase akhir musim La Liga bersama Barcelona.
Batasi
Kondisi itu pun membuat Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengatur beban bermainnya. Menit bermain Yamal di laga-laga awal pun benar-benar dibatasi.
Meski begitu, pemain 19 tahun itu tetap memberikan yang terbaik dalam delapan pertandingan, sepanjang turnamen. Ia bahkan sukses mencatatkan 35 dribel dan menjadi yang terbanyak di Piala Dunia 2026.
Kehadirannya pun menjadi kunci Spanyol mengalahkan Portugal, Prancis, hingga akhirnya menggulingkan Argentina di final Piala Dunia 2026.
”Sejujurnya, tidak, kami tidak (melihat penampilan terbaiknya di turnamen ini),” kata Lewandowski pada ESPN.
Menurutnya, penampilan terbaik Yamal justru terjadi pada dua musim lalu, termasuk saat membawa Spanyol meraih Piala Eropa 2024.
”Itulah versi terbaik Lamine Yamal menurut saya saat ini,” ungkapnya.
Puji Yamal
Lewa pun memahami kondisi yang dialami Yamal di Piala Dunia 2026. Meski begitu, ia memuji perjuangan keras Yamal untuk tetap tampil apik bersama La Roja.
”Dia masih muda, dia datang ke Piala Dunia setelah cedera dan tidak bermain selama sekitar delapan minggu, jadi sulit jika Anda tidak bermain selama delapan minggu dan harus langsung bermain di Piala Dunia; Anda tidak punya waktu untuk berlatih, hanya dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Namun, dia menunjukkan kualitas yang sangat baik. Para pemain Spanyol dan tim membantu Lamine, dan Lamine juga membantu seluruh tim. Saya pikir kerja sama ini sempurna,” ujarnya.